Bombana, Chanel Tujuh— Bupati Bombana Ir. H. Burhanuddin, M.Si bersama Ketua TP PKK Bombana Hj. Fatmawati Kasim Marewa, S.Sos menghadiri Peringatan Hari Ulang Tahun ke-2 Kerukunan Keluarga Buton Bombana (KKB-B) yang digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) eks MTQ Bombana, Minggu (2/11/2025). Acara berlangsung khidmat dan meriah, dihadiri berbagai tokoh adat, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah daerah.
Hajatan dua tahun KKB-B ini turut dihadiri oleh Sultan Buton ke-41 PYM Ir. H. La Ode Muhammad Sjamsul Qamar, M.T., IPU, serta Raja Moronene–Pauno Rumbia ke-VII, Apua Mokole Alfian Pimpie. Turut hadir pula Ketua KKB-B Ramsi Rafiu, jajaran Forkopimda Kabupaten Bombana, Pj. Sekda Bombana Ir. Syahrun, ST., M.P.W.K., para Asisten Setda Bombana, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan undangan dari berbagai elemen.
Kehadiran dua pemimpin adat besar — Sultan Buton dan Raja Moronene-Pauno — memberikan nuansa tersendiri bagi perayaan tersebut. Simbol kehadiran keduanya dianggap sebagai cerminan eratnya hubungan antar-etnis di Bombana serta kesatuan masyarakat dalam bingkai “Wonua Bombana”.

Dalam sambutannya, Bupati Burhanuddin menekankan bahwa persaudaraan dan kebersamaan merupakan fondasi utama dalam membangun daerah. Menurutnya, kemajuan Bombana hanya dapat dicapai apabila seluruh elemen masyarakat saling menopang dan menjaga harmoni.
“Kebangkitan daerah hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat mengutamakan persatuan. Semangat persaudaraan harus menjadi kekuatan utama kita untuk membangun Bombana yang maju dan sejahtera,” ujar Bupati.
Bupati melanjutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bombana berkomitmen kuat dalam melestarikan budaya dan menjaga identitas lokal, terutama budaya Buton dan Moronene yang menjadi bagian penting dalam sejarah daerah. Ia mengajak masyarakat untuk terus merawat nilai-nilai luhur warisan leluhur.
“Pemerintah Kabupaten Bombana akan terus memberikan ruang bagi masyarakat untuk berekspresi, berkreasi, dan mengembangkan seni serta budaya daerah,” ungkapnya.
Menurut Bupati, kebudayaan tidak hanya menjadi warisan masa lalu, tetapi juga modal sosial yang penting dalam menata masa depan. Dengan budaya yang hidup dan lestari, masyarakat dapat memiliki identitas yang kuat sekaligus daya tarik wisata yang bernilai ekonomi.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasinya kepada Kerukunan Keluarga Buton Bombana. Menurutnya, KKB-B telah menjadi wadah strategis yang memperkuat rasa kekeluargaan dan solidaritas antarsesama warga.
“Kita semua hidup di satu rumah besar, yaitu Wonua Bombana. Boleh jadi kita berasal dari berbagai suku, tetapi di Bombana kita adalah satu keluarga besar yang hidup berdampingan dalam damai dan harmoni,” tuturnya.
Ia berharap KKB-B dapat terus menjadi mitra pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat gotong royong, serta mendorong pembangunan daerah melalui peran aktif masyarakat. Organisasi kemasyarakatan seperti KKB-B dinilai memiliki kontribusi besar dalam memupuk kebersamaan dan mempererat relasi antarwarga.

Acara HUT ke-2 KKB-B berlangsung meriah dengan rangkaian kegiatan budaya, doa bersama, dan silaturahmi akbar antaranggota. Keakraban terlihat jelas ketika para tokoh adat, pejabat daerah, dan masyarakat saling berbaur dalam suasana penuh kehangatan. Nuansa persatuan terasa kuat, sejalan dengan pesan yang disampaikan oleh Bupati dalam pidatonya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati Burhanuddin menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-2 kepada Kerukunan Keluarga Buton Bombana. Ia berharap organisasi ini semakin solid, terus tumbuh, dan berperan besar dalam menjaga persaudaraan di wilayah Bombana.
Perayaan ini menjadi bukti bahwa keberagaman budaya dan latar belakang masyarakat Bombana dapat menyatu dalam satu ruang kebersamaan. Melalui momentum HUT KKB-B, semangat untuk memperkuat identitas daerah, memupuk nilai persatuan, dan mendorong pembangunan berkelanjutan kembali diteguhkan. (ADV)
