Penilaian Adipura 2025, Wakil Bupati Ahmad Yani Meninjau TPS

Komentar
X
Bagikan

 

Chanel Tujuh,Bombana, — Dalam upaya memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana terhadap kebersihan lingkungan dan tata kelola persampahan, Wakil Bupati Bombana, Ahmad Yani, S.Pd., M.Si., bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bombana, meninjau langsung kondisi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di beberapa titik wilayah Kecamatan Rumbia dan Rumbia Tengah pada Selasa (26/8/2025).

Kunjungan lapangan ini merupakan bagian dari tindak lanjut persiapan penilaian program Adipura Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia. Program Adipura menjadi instrumen penting bagi pemerintah daerah dalam menilai sejauh mana efektivitas pengelolaan lingkungan perkotaan, terutama dalam aspek kebersihan, pengelolaan sampah, serta pelibatan masyarakat dalam menjaga keindahan dan kesehatan lingkungan.

Dalam peninjauan tersebut, Wakil Bupati bersama Kepala DLH memantau langsung kondisi TPS, sistem pengangkutan sampah, serta fasilitas pendukung pengelolaan limbah. Mereka juga berdialog dengan petugas kebersihan dan masyarakat setempat untuk mengetahui kendala teknis di lapangan.

Wakil Bupati Ahmad Yani menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bombana berkomitmen untuk terus meningkatkan kinerja pengelolaan lingkungan hidup, baik dari sisi kebijakan maupun pelaksanaan teknis.

“Adipura bukan semata-mata soal penghargaan, tetapi tentang bagaimana kita membangun kesadaran dan tanggung jawab bersama menjaga kebersihan lingkungan. Karena kebersihan adalah cermin budaya dan kualitas hidup masyarakat,” ujar Ahmad Yani saat meninjau TPS di kawasan Kelurahan Lameroro.

 

 

Menurutnya, evaluasi Adipura menjadi momentum penting untuk memperbaiki sistem pengelolaan sampah di Bombana agar lebih efektif, modern, dan berkelanjutan. Pemerintah daerah, katanya, tidak hanya berfokus pada penilaian dari tim pusat, tetapi lebih kepada membangun ekosistem lingkungan yang sehat dan produktif.

“Kami ingin memastikan bahwa TPS berfungsi sebagaimana mestinya — menjadi tempat sementara yang tertata, tidak menimbulkan bau, dan tidak mengganggu masyarakat sekitar,” tambahnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bombana yang turut mendampingi dalam kegiatan ini menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis dalam mendukung penilaian Adipura 2025.

Langkah tersebut antara lain penataan ulang titik TPS, peningkatan frekuensi pengangkutan sampah, optimalisasi armada dan sarana kebersihan, serta pembenahan ruang terbuka hijau (RTH) di area publik.

“Kami bersama seluruh jajaran terus berupaya melakukan perbaikan di lapangan. Selain fokus pada infrastruktur kebersihan, kami juga memperkuat program edukasi kepada masyarakat agar memilah sampah sejak dari rumah,” jelas Kepala DLH.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program Adipura sangat bergantung pada partisipasi aktif masyarakat. Tanpa dukungan publik, kata dia, sebaik apa pun program pemerintah tidak akan berjalan optimal.

“Kesadaran masyarakat dalam membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar sangat menentukan penilaian Adipura. Karena itu, kami terus menggandeng sekolah, komunitas, dan pelaku usaha untuk ikut bergerak,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Ahmad Yani juga menyoroti pentingnya pendekatan humanis dalam menangani persoalan sampah. Ia menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan hanya soal penegakan aturan, tetapi juga soal pendidikan dan pembiasaan.

“Kita perlu menanamkan nilai bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari ibadah dan tanggung jawab sosial. Pemerintah bisa menyediakan fasilitas dan tenaga kebersihan, tapi keberhasilan sejati ada ketika masyarakat memiliki kesadaran sendiri,” ungkapnya.

Ahmad Yani juga menyampaikan apresiasi kepada petugas kebersihan yang setiap hari bekerja di lapangan menjaga kebersihan kota. Ia berjanji Pemerintah Kabupaten Bombana akan terus memperhatikan kesejahteraan dan kebutuhan operasional petugas kebersihan sebagai garda terdepan dalam mewujudkan Bombana yang bersih dan indah.

“Mereka adalah pahlawan lingkungan. Tanpa mereka, kota ini tidak akan sebersih sekarang. Tugas kita adalah mendukung mereka dengan fasilitas dan kebijakan yang memadai,” katanya.

 

 

Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Dinas Lingkungan Hidup telah menyusun sejumlah langkah strategis menjelang penilaian Adipura 2025, di antaranya:

  1. Revitalisasi TPS dan TPA (Tempat Pembuangan Akhir) agar sesuai standar lingkungan.
  2. Peningkatan kapasitas armada dan sarana kebersihan, termasuk truk sampah, bak kontainer, dan motor pengangkut.
  3. Program edukasi dan kampanye sadar lingkungan di sekolah-sekolah, kantor, dan pasar.
  4. Pelibatan masyarakat dalam bank sampah dan program 3R (Reduce, Reuse, Recycle).
  5. Pengawasan rutin di titik-titik rawan pembuangan sampah liar.

Wakil Bupati berharap seluruh pihak, baik instansi pemerintah, swasta, maupun masyarakat, dapat bersinergi untuk mencapai hasil terbaik dalam penilaian Adipura tahun ini.

“Kita ingin Bombana menjadi daerah yang bersih, tertib, dan hijau. Adipura adalah motivasi bagi kita untuk terus berbenah dan membangun lingkungan hidup yang berkelanjutan,” ujarnya penuh optimisme.

Menutup kunjungan lapangannya, Ahmad Yani menegaskan bahwa upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan bukan pekerjaan sesaat, melainkan tanggung jawab jangka panjang. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai budaya hidup sehari-hari.

“Kebersihan bukan sekadar untuk Adipura, tapi untuk masa depan Bombana. Mari kita jadikan kabupaten ini rumah besar yang nyaman, asri, dan sehat bagi generasi mendatang,” pungkasnya.

Kunjungan Wakil Bupati dan Kepala DLH Bombana ini menandai keseriusan pemerintah daerah dalam menyambut penilaian Adipura 2025 serta memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya pengelolaan lingkungan yang profesional, berkelanjutan, dan berbasis partisipasi masyarakat.(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *