BOMBANA-Chanel Tujuh- Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah di berbagai tingkatan menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi perangkat daerah dalam menjalankan program dan pelayanan kepada masyarakat. Namun, bagi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bombana, kondisi tersebut justru dipandang sebagai momentum untuk memperkuat tata kelola pelayanan publik yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada hasil.
Kepala DPMPTSP Kabupaten Bombana, Abdul Rahman, menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas pelayanan kepada masyarakat maupun pelaku usaha. Sebaliknya, seluruh aparatur harus mampu beradaptasi dan memaksimalkan sumber daya yang tersedia agar pelayanan tetap berjalan optimal.
Menurutnya, DPMPTSP memiliki posisi strategis sebagai wajah pelayanan publik pemerintah daerah, khususnya dalam urusan perizinan dan investasi. Oleh karena itu, kecepatan, kepastian, dan transparansi pelayanan harus tetap menjadi prioritas meskipun dihadapkan pada berbagai keterbatasan.
“Efisiensi bukan berarti mengurangi kualitas pelayanan. Justru di tengah keterbatasan, kita dituntut lebih kreatif, inovatif, dan produktif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Yang terpenting adalah bagaimana pelayanan tetap berjalan dengan baik dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Abdul Rahman.
Ia menjelaskan, kondisi efisiensi saat ini harus dimaknai sebagai upaya untuk mengelola anggaran secara lebih bijak dan tepat sasaran. Program-program yang memiliki dampak langsung terhadap pelayanan publik dan peningkatan investasi harus menjadi prioritas utama.
Salah satu langkah yang terus didorong DPMPTSP Bombana adalah memperkuat disiplin dan profesionalisme aparatur sipil negara (ASN). Abdul Rahman menilai bahwa sumber daya manusia merupakan aset terbesar yang dimiliki instansi pemerintah. Ketika anggaran terbatas, kualitas pelayanan sangat ditentukan oleh komitmen dan kinerja pegawai.
“Kalau sumber daya terbatas, maka yang harus diperkuat adalah etos kerja. ASN harus hadir tepat waktu, bekerja secara profesional, dan memberikan pelayanan yang ramah serta cepat kepada masyarakat,” katanya.

Selain penguatan disiplin ASN, DPMPTSP juga terus mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi dalam penyelenggaraan pelayanan. Digitalisasi pelayanan dinilai menjadi solusi yang efektif untuk meningkatkan efisiensi tanpa mengurangi kualitas layanan.
Melalui berbagai platform pelayanan berbasis elektronik, masyarakat dapat mengakses informasi dan mengurus berbagai kebutuhan perizinan secara lebih mudah dan cepat. Langkah tersebut tidak hanya menghemat biaya operasional, tetapi juga memberikan kepastian pelayanan kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Abdul Rahman menuturkan bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Di era modern saat ini, masyarakat menginginkan pelayanan yang sederhana, mudah diakses, dan tidak berbelit-belit.
“Kita harus mengikuti perkembangan zaman. Pelayanan yang cepat dan mudah akan meningkatkan kepuasan masyarakat sekaligus memberikan kemudahan bagi pelaku usaha yang ingin berinvestasi di daerah,” ujarnya.
Menurutnya, efisiensi anggaran juga harus dibarengi dengan penyederhanaan birokrasi. Proses pelayanan yang terlalu panjang dan rumit justru akan menghambat investasi serta menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Karena itu, DPMPTSP Bombana terus melakukan evaluasi terhadap berbagai prosedur pelayanan agar lebih sederhana dan efektif tanpa mengurangi aspek legalitas maupun akuntabilitas.
Selain fokus pada pelayanan perizinan, DPMPTSP juga berupaya menjaga iklim investasi daerah tetap kondusif. Dalam kondisi ekonomi yang penuh tantangan, investasi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Abdul Rahman menilai bahwa promosi investasi tidak selalu harus dilakukan dengan anggaran besar. Pemanfaatan media digital, jejaring pemerintah, serta komunikasi aktif dengan calon investor dapat menjadi strategi yang efektif untuk memperkenalkan potensi daerah.
Kabupaten Bombana sendiri memiliki berbagai sektor unggulan yang berpotensi menarik minat investor, mulai dari pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata, hingga sektor pertambangan. Potensi tersebut harus terus dipromosikan agar mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Yang dibutuhkan investor bukan hanya promosi, tetapi juga kepastian pelayanan. Ketika proses perizinan mudah, cepat, dan transparan, maka kepercayaan investor akan meningkat,” katanya.
Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dalam mendukung pelayanan perizinan dan investasi. Kerja sama antara DPMPTSP dengan organisasi perangkat daerah teknis menjadi faktor penting untuk memastikan seluruh proses pelayanan dapat berjalan lancar.
Menurut Abdul Rahman, tantangan efisiensi anggaran tidak dapat dihadapi secara parsial oleh satu instansi. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh perangkat daerah agar target pembangunan tetap dapat dicapai secara optimal.

Ia optimistis bahwa dengan semangat kerja yang tinggi, inovasi pelayanan, dan pemanfaatan teknologi, DPMPTSP Bombana mampu tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat meskipun berada dalam situasi keterbatasan.
Lebih jauh, Abdul Rahman mengajak seluruh ASN di lingkungan DPMPTSP untuk menjadikan kondisi efisiensi sebagai momentum memperkuat budaya kerja yang produktif dan berorientasi pada hasil. Menurutnya, ukuran keberhasilan bukan terletak pada besarnya anggaran yang digunakan, melainkan pada manfaat yang dirasakan masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik dan investor merasa nyaman untuk berusaha di Bombana. Jika itu bisa kita wujudkan, maka tugas kita sebagai pelayan masyarakat telah berjalan dengan baik,” tegasnya.
Di tengah tantangan efisiensi yang dihadapi pemerintah saat ini, DPMPTSP Bombana berkomitmen untuk tetap hadir memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan profesional. Dengan mengedepankan inovasi, disiplin aparatur, serta kemudahan berusaha, instansi ini optimistis dapat terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Komitmen tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas. Sebaliknya, kondisi tersebut dapat menjadi pemicu lahirnya berbagai inovasi dan terobosan yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan kemajuan Kabupaten Bombana (ADV)
