Chanel Tujuh – BOMBANA- Badan Keuangan Daerah Kabupaten Bombana mendorong inovasi dalam pelayanan publik. Mereka gelar kegiatan edukasi kepada masyarakat terkait pembayaran pajak daerah secara digital. 23 April 2026.
Edukasi tersebut difokuskan pada pemanfaatan metode pembayaran non-tunai, khususnya melalui sistem QRIS dan Virtual Account (VA).
Kedua metode ini diperkenalkan sebagai solusi modern dalam mempermudah masyarakat untuk memenuhi kewajiban perpajakan secara lebih praktis, tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.
Kepala Badan Keuangan Daerah Bombana, Darwin, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bombana dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya di bidang pengelolaan pajak dan retribusi daerah.
“Melalui pendekatan edukatif, masyarakat diberikan pemahaman mengenai cara penggunaan sistem pembayaran digital, manfaatnya, serta keamanan dalam bertransaksi,” ujarnya
Darwin, menambahkan kegiatan ini untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak secara cepat, aman, dan transparan.
Mantan Kadis Dinkes Bombana ini menegaskan bahwa transformasi digital dalam pelayanan keuangan daerah merupakan langkah penting dalam menjawab tantangan zaman.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mempermudah masyarakat dalam melakukan pembayaran pajak secara cepat, aman, dan transparan, sekaligus mendukung percepatan digitalisasi layanan keuangan daerah,” pungkas Darwin
Penggunaan sistem digital seperti QRIS dan Virtual Account tidak hanya memberikan kenyamanan bagi masyarakat, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan akurasi dalam pengelolaan penerimaan daerah. Dengan sistem ini, setiap transaksi tercatat secara otomatis dan dapat dipantau secara real-time, sehingga meminimalkan potensi kesalahan maupun kebocoran.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa digitalisasi pembayaran pajak juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang lebih akuntabel. Transparansi dalam setiap transaksi menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan simulasi langsung mengenai cara melakukan pembayaran menggunakan QRIS dan Virtual Account. Petugas dari BKD juga memberikan pendampingan kepada warga yang masih belum familiar dengan teknologi digital, sehingga mereka dapat memahami dan mengaplikasikannya secara mandiri.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi dalam sesi tanya jawab, di mana banyak peserta yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang keamanan transaksi, kemudahan akses, serta keuntungan menggunakan metode pembayaran non-tunai. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai terbuka terhadap pemanfaatan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
Pemerintah Kabupaten Bombana berharap, melalui kegiatan edukasi ini, tingkat kepatuhan masyarakat dalam membayar pajak dapat meningkat. Kemudahan akses dan proses yang lebih cepat diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk tidak lagi menunda kewajiban perpajakan.
Selain itu, digitalisasi pembayaran juga dinilai mampu mendukung visi pembangunan daerah yang lebih modern dan berdaya saing. Dengan sistem yang terintegrasi dan berbasis teknologi, pengelolaan keuangan daerah dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.
Darwin juga mengajak seluruh masyarakat untuk mulai beralih ke metode pembayaran non-tunai sebagai bagian dari gaya hidup modern yang lebih praktis. Ia menekankan bahwa perubahan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi individu, tetapi juga bagi kemajuan daerah secara keseluruhan.
“Ayo manfaatkan kemudahan pembayaran pajak secara non-tunai untuk Bombana yang lebih maju dan modern,” ajaknya.

Ke depan, Badan Keuangan Daerah Kabupaten Bombana berencana untuk terus memperluas sosialisasi dan edukasi terkait pembayaran digital ini ke berbagai wilayah, termasuk desa-desa. Langkah ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, sehingga transformasi digital dapat dirasakan secara merata.
Dengan adanya inovasi ini, Pemerintah Kabupaten Bombana optimistis dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat sistem pengelolaan keuangan daerah. Dukungan dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan Bombana sebagai daerah yang maju, transparan, dan berbasis teknologi.
Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pembayaran pajak semakin meningkat, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang terus berkembang. Dengan demikian, pembangunan daerah dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan. (ADV)
